PADA mulanya adalah kaki :: Lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu
PADA mulanya adalah hati :: Lalu perjuangan dari ragu ke ragu.

Sekibar Sekabar


’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ untuk buku kumpulan puisi tunggal berbahasa Indonesia. Kirim paling lambat 1 Februari 2010, dikirimkan melalui pos ke: ’ANUGERAH PUISI CECEP SYAMSUL HARI 2009’, Jl. Raya Cibabat No. 357, Cimahi 40522, Jawa Barat. Hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah)!

Selengkapnya baca: DI SINI!

Di Salihara

Di Salihara
Membacakan "Leherku Batang Getah, Aku Menoreh Darah" (foto oleh Helga Worotitjan)

24 November 2006

[Kutipan] Serius?

 Puisi yang serius itu dianggap lelucon? Ah, ini lelucon yang serius!

- Hasan Aspahani,  pemilik situs ini.

0 komentar:

Sepetik Sajak

Maka kita coba pasang
malam yang gothis, bulan yang lena
yang jauh dari Jakarta

:: Di Mala Strana -
Goenawan Mohamad dalam buku Sajak-sajak Lengkap 1961-2001, Metafor
Publishing, 2001.


---

Engkau campur-baur
dan seringkali kabur, namun aku mencatatmu, untuk rindu dan lalu kucoba,
melupakanmu


:: Engkaukah Itu, Yang Berdiri di Tikungan
Itu
- Taufiq Ismail dalam buku Sajak Ladang Jagung, Budaja Djaja,
1973.


---

Di dalam sepi
orang menatap diri sendiri

menghadap diri sendiri
dan telanjang dalam jiwa.

:: Hotel Intenational Pyongyang - Rendra dalam
buku Sajak-sajak Sepatu Tua, Pustaka
Jaya, Cet. 8, 2003.

Mana Suka Siaran Niaga