PADA mulanya adalah kaki :: Lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu
PADA mulanya adalah hati :: Lalu perjuangan dari ragu ke ragu.

Sekibar Sekabar


’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ untuk buku kumpulan puisi tunggal berbahasa Indonesia. Kirim paling lambat 1 Februari 2010, dikirimkan melalui pos ke: ’ANUGERAH PUISI CECEP SYAMSUL HARI 2009’, Jl. Raya Cibabat No. 357, Cimahi 40522, Jawa Barat. Hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah)!

Selengkapnya baca: DI SINI!

Di Salihara

Di Salihara
Membacakan "Leherku Batang Getah, Aku Menoreh Darah" (foto oleh Helga Worotitjan)

26 Juni 2009

Berjalan di Bulan




: Michael Jackson (29 Agustus 1958 – 25 Juni 2009)

KAU yang telah lama percaya kepada keajaiban, dan
kematian, kau tahu, juga sebuah keajaiban, bukan?

Kau sendiri kini, tapi juga tak lagi sendiri, siapa yang
kau mau, menggandeng tanganmu berjalan di bulan?

Sejak kanak kau menyanyi sebab kau takut dipukul ayah,
Kau telah habis lelah, tapi setelah ini tak lagi akan lelah...

Aku kini lebih mengerti, saat dalam lagu berirama gegas,
kau bicara ekualitas: dan kamu benar, lepas dari soal
kau tepat, atau kau sesat. Maka, kubaca kau esok pagi, di
edisi akhir pekan koran, di sana, lama sudah kita tak jumpa.

Kau yang pernah bilang, "aku letih di bumi sekarat ini!"
Tapi, kau bukan sendiri yang ingin menyembuhkan sakitnya,
memulihkan harapan-harapannya: harapan kau dan aku - kita.

Kau kini tak perlu lagi peduli pada bentuk hidung, dan warna kulit
wajahmu, kukira kau pilih saja warna ungu, biru, atau jingga itu...




0 komentar:

Sepetik Sajak

Maka kita coba pasang
malam yang gothis, bulan yang lena
yang jauh dari Jakarta

:: Di Mala Strana -
Goenawan Mohamad dalam buku Sajak-sajak Lengkap 1961-2001, Metafor
Publishing, 2001.


---

Engkau campur-baur
dan seringkali kabur, namun aku mencatatmu, untuk rindu dan lalu kucoba,
melupakanmu


:: Engkaukah Itu, Yang Berdiri di Tikungan
Itu
- Taufiq Ismail dalam buku Sajak Ladang Jagung, Budaja Djaja,
1973.


---

Di dalam sepi
orang menatap diri sendiri

menghadap diri sendiri
dan telanjang dalam jiwa.

:: Hotel Intenational Pyongyang - Rendra dalam
buku Sajak-sajak Sepatu Tua, Pustaka
Jaya, Cet. 8, 2003.

Mana Suka Siaran Niaga