PADA mulanya adalah kaki :: Lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu
PADA mulanya adalah hati :: Lalu perjuangan dari ragu ke ragu.

Sekibar Sekabar


’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ untuk buku kumpulan puisi tunggal berbahasa Indonesia. Kirim paling lambat 1 Februari 2010, dikirimkan melalui pos ke: ’ANUGERAH PUISI CECEP SYAMSUL HARI 2009’, Jl. Raya Cibabat No. 357, Cimahi 40522, Jawa Barat. Hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah)!

Selengkapnya baca: DI SINI!

Di Salihara

Di Salihara
Membacakan "Leherku Batang Getah, Aku Menoreh Darah" (foto oleh Helga Worotitjan)

24 Juni 2009

[FIKSIMINI] Huruf Rahasia

ADA satu huruf yang tidak pernah ada dalam alfabet. Dia pada suatu hari bertemu dengan huruf lain yang tidak ia kenal dan tidak mengenali dia.

"Kamu benar-benar huruf? Kamu benar-benar bagian dari kami?" tanya huruf X pada huruf itu. "Itulah yang ingin saya pastikan..." kata huruf itu.



"Kamu bisa aja bergabung, tapi kamu itu vokal atau konsonan?" tanya huruf A, yang paling vokal di antara huruf lain itu. "Itulah yang ingin saya pastikan..." kata huruf itu.

"Kamu harus berada di mana? Sebelum A? Atau sesudah aku? Orang kan sudah terbiasa menyebut dari A-Z. Anehkan kalau harus diubah menjadi dari kamu-Z atau dari A-kamu...?" tanya Z. "Itulah yang ingin saya pastikan..." kata huruf itu.

Tetapi, tak ada yang bisa memberi kepastian. Huruf itu akhirnya ikhlas menjadi rahasia. Dari A sampai Z selamanya tutup mulut jika ada yang bertanya soal huruf rahasia itu. []

0 komentar:

Sepetik Sajak

Maka kita coba pasang
malam yang gothis, bulan yang lena
yang jauh dari Jakarta

:: Di Mala Strana -
Goenawan Mohamad dalam buku Sajak-sajak Lengkap 1961-2001, Metafor
Publishing, 2001.


---

Engkau campur-baur
dan seringkali kabur, namun aku mencatatmu, untuk rindu dan lalu kucoba,
melupakanmu


:: Engkaukah Itu, Yang Berdiri di Tikungan
Itu
- Taufiq Ismail dalam buku Sajak Ladang Jagung, Budaja Djaja,
1973.


---

Di dalam sepi
orang menatap diri sendiri

menghadap diri sendiri
dan telanjang dalam jiwa.

:: Hotel Intenational Pyongyang - Rendra dalam
buku Sajak-sajak Sepatu Tua, Pustaka
Jaya, Cet. 8, 2003.

Mana Suka Siaran Niaga