PADA mulanya adalah kaki :: Lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu :: PADA mulanya adalah hati :: Lalu perjuangan dari ragu ke ragu.

::

HANYA kata. Tapi, itulah awal jadi dari segalanya :: Hari kubuka dengan kata. Hati sembunyi dalam kata :: AKU ingin bebas dari kata, tapi aku menjadi kata :: Aku ingin bebas dari aku, dibebaskan oleh kata

18 Juni 2010

Kau adalah Luka di Lukaku

KAU adalah luka di punggungku. Sayat sakit
itu seperti lembut tanganmu, sepanjang malam
mengelusku, dan aku tak mau tidur.

KAU adalah luka di dahiku. Aku
memperlama lafaz doa dalam sujudmalamku,
menikmati makin parah perih itu.

KAU adalah luka di lidahku. Tiap
kali terasa sakitnya, aku seperti
sedang dipaksa menyebut namamu.

KAU adalah luka di telapak tanganku.
Aku menadah darah sendiri, agar tak
ada orang tahu ada luka di situ.

KAU adalah luka di dua kakiku.Luka
bekas kulepas besi belenggu, yang kini
tak lagi menahanku mengejar menemukanmu.

KAU adalah luka di hatiku. Aku menunggu
kelak kau bertanya, "dengan apa kusembuhkan
luka itu?" Dan kujawab, "lukai saja lagi aku!" 

2 komentar:

Tian Mochammad mengatakan...

Lukamu adalah hatimu

Kelana Sahara mengatakan...

Luka yang tak kujung sembuh..
Dengan do'a kita membasuh luka
Dengan do'a kita menyebut nama-Nya
Dengan do'a juga kita meminta kesembuhan dari-Nya

Bibirku Bersujud di Bibirmu

Di Salihara

Di Salihara
Membacakan "Leherku Batang Getah, Aku Menoreh Darah" (foto oleh Helga Worotitjan)