BERKELAHILAH, Anakku, aku tak peduli kau menang atau kalah
Berkelahilah, Anak Lelakiku, dan jangan pulang dengan tangisanmu.
Berkelahilah, Anakku, jika hanya dengan itu kau bertahan di jalanan
Berkelahilah, dan pulanglah hanya untuk sebentar mengeringkan luka.
8 komentar:
saya suka sekali quote ini.
makjleb rasanya..apalagi buat anak yang lagi terpisah sementara dari keluarga untuk studi :)
berkelahilah. sampai keluar itu darah. kelak, kau tahu hakikat merah. makna merah yang menggugah. makna darah yang ketika kau lihat ia tumpah, setidaknya kau paham tentang riwayat hidup ayah.
anakku, berkelahilah. berkelahilah dengan segenap unsur tubuhmu. dengan akal, dengan tinju. dengan hati, juga dengan berbagai rasa ragu. tak usah takut akan datangnya hukuman. hukuman tak pernah ada sampai kau tahu menggunakan akal logika.
anakku, ayahmu di sini. di serambi rumah menunggumu sambil membaca koran sore, sambil menyeruput segelas kopi. teruslah berkelahi di sana. dan harap jangan pulang sebelum lebam dan luka tertoreh di wajah dan bahu yang rapuh itu. kelak, dengannya kau mengerti tentang makna memikul beban. kelak, kau paham tentang bagaimana menahan malu.
anakku, jangan pulang dulu. selesaikan dengan baik segala urusanmu. teruslah berkelahi, sampai tak ada yang tersumbat di hati. tumpaslah dendam dengan beringas, dengan ganas. namun jangan lupa, kau mesti tetap menggunakan akal waras. dengannya, nanti kau paham tentang bagaimana mendewasakan emosi hingga kau dikenal orang sebagai lelaki yang penuh isi. berisi dan layak dihormati.
anakku, berkelahilah. ayahmu ini, dulu, sewaktu masih seumuran denganmu juga sering berkelahi. tak ada yang melarang berkelahi. negara tak melarang, apalagi polisi. negara hanya melarang perang dan korupsi. sedang berkelahi? tak mengapa dengannya. tak usah takut untuk terus mencoba. sebab, dengan berkelahi kau akan mengerti bagaimana membuat taktik dalam hidup. kau lebih mengerti bagaimana memperlakukan seorang musuh selayaknya menyayangi famili yang datang dari jauh. berkelahi adalah milik laki-laki, anakku. karenanya, berkelahilah jika kau ingin membuktikan kelelakianmu itu.
anakku, sebab kelahi adalah kata lain dari saling menghormati. teruslah berkelahi. berkelahi dengan segala unsur tubuhmu. dengan akal, dengan tinju. dengan logika berpadu ilmu. lantas, kau kembanglah imajinasi sampai kau bersayap dan terbang meninggi. aku, tetap menunggumu di sini. di serambi rumah ini sambil menyeruput secangkir kopi, sambil menyenyumi ibumu yang menganyam tikar sedari pagi.
berkelahilah, nak!
Mas Hasan, salam hangat. terima kasih telah memberikan ruang sehingga saya dapat meninggalkan sebuah komentar seperti di atas. hehehe... btw, setelah membaca ulang komentar saya tentang puisi 'Berkelahilah' mas hasan, saya berkeinginan memposting puisi tersebut dalam blog pribadi saya. di sana saya membuat judul begini: Melanjutkan 'Perkelahian' Hasan Aspahani.
hmmm... semoga mas hasan tidak keberatan dengannya.
saleum dari banda aceh!
keren hasilnya mas.
syarat makna
selamat ya...:)
Ikut menyimak artikelnya Gun :-)
Silahkan mampir2 juga ke Web saya: Pasang Iklan Baris Gratis Tanpa Daftar .
Salam Outbound !
Berkelahi tak harus jadi lelaki...
Aku berkelahi meski aku bukan lelaki...
Berkelahi tak harus jadi kuat...
Aku berkelahi meski aku bukan yang terkuat...
Berkelahi bukan berkelahi jika kita tak berkelahi... Salam puisi... btw.. nice puisi...
menarik sekali!
Saya penggemar puisi-puisi anda... hehehe
Puisi ini: status saya masih jadi anak orang, klo dah punya anak saya persembahkan puisi ini untuknya kelak.
Salam.
Poskan Komentar