PADA mulanya adalah kaki :: Lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu :: PADA mulanya adalah hati :: Lalu perjuangan dari ragu ke ragu.

::

HANYA kata. Tapi, itulah awal jadi dari segalanya :: Hari kubuka dengan kata. Hati sembunyi dalam kata :: AKU ingin bebas dari kata, tapi aku menjadi kata :: Aku ingin bebas dari aku, dibebaskan oleh kata

20 Januari 2012

[Kartunis] Mordillo, Jerapah, dan Sepakbola

SAYA lebih dahulu mengenal Mordillo, lengkapnya Guillermo Mordillo ketimbang Quino, lengkapnya JoaquĆ­n Salvador Lavado. Keduanya kartunis asal Argentina. Beruntung dan berbanggalah Argentina punya dua kartunis hebat tersebut.

Mordillo saya kenal dulu lewat artikel di Majalah Intisari. Di situ saya mengenal kekuatan garis kartunnya yang sederhana, sosok karakter tokoh-tokohnya yang bisu, tapi justru dalam kebiusan dari segala teks itulah yang membuat kartunnya berbicara maksimal, dipahami di seluruh dunia.

Kartun Mordillo banyak menggarap tema sepakbola, tak heran mengingat betapa populernya sepakbola di negara itu, dan Argentina juga adalah penghasil pemain-pemain sepakbola hebat. Juga tema binatang. Ia banyak melucukan jerapah. Beberapa kartunnya bisa dinikmati di situs resminya.  Saya tampilkan beberapa contoh di bawah ini.




0 komentar:

Bibirku Bersujud di Bibirmu

Di Salihara

Di Salihara
Membacakan "Leherku Batang Getah, Aku Menoreh Darah" (foto oleh Helga Worotitjan)