PADA mulanya adalah kaki :: Lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu :: PADA mulanya adalah hati :: Lalu perjuangan dari ragu ke ragu.

::

HANYA kata. Tapi, itulah awal jadi dari segalanya :: Hari kubuka dengan kata. Hati sembunyi dalam kata :: AKU ingin bebas dari kata, tapi aku menjadi kata :: Aku ingin bebas dari aku, dibebaskan oleh kata

21 Januari 2012

Romantisme Badut

APAKAH tangis? Tangis adalah tawa yang jujur. Dan tawa? Tawa adalah tangis yang berpura-pura. Aku tahu sebab aku badut yang kau larang melucu.

Padahal sejak dahulu, aku hanya ingin menjadi badut bagimu, menjadi diri yang janggal, dan kau tak lagi perlu payah mengerti aku, lalu kau tertawa saja dan padamu semua sesal selesai.

*

HIDUP bukankah cuma bagai singgah iseng di tenda sirkus. Kau menolak ajakanku, lalu pergi sendiri, membeli ketegangan dari tubuh-tubuh yang terampil mempermainkan bahaya.

Lalu muncullah aku dengan topi tak yang muat, dan hidung merah tomat, di sela-sela tepuk-tanganmu, melemparkan bola-bola yang tak cukup di dua tangan, lalu kau tertawa dan padaku segala kesal dimulai.  

4 komentar:

Maii mengatakan...

tangisan boneka.

da2nkkuswata mengatakan...

haduh, iramanya

Dipa Utomo mengatakan...

menarik :)

silahkan main-main ke blog saya.

Usup Supriyadi mengatakan...

kata "Badut"-nya mengingatkan saya pada Juniarso Ridwan. Dan sajak ini, kusuka.

Bibirku Bersujud di Bibirmu

Di Salihara

Di Salihara
Membacakan "Leherku Batang Getah, Aku Menoreh Darah" (foto oleh Helga Worotitjan)